dprd-tasikmalayakota.go.id, BERITA – Hangatnya pemberitaan mengenai penggunaan applikasi Mypertamina sebagai syarat pembelian BBM bersubsidi diberbagai kalangan masyarakat saat ini hingga memunculkan berbagai perspektif dari kalangan masyarakat, oleh karena itu untuk menyamakan persepsi, dan meluruskan isu-isu yang beredar Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya bergerak cepat merespon ragam isu yang berkembang di masyarakat berkenaan dengan kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi melalui penggunaan aplikasi tersebut, dengan menggelar Rapat Kerja bersama pihak Pertamina Ritel VI Bandung, pada Rabu (6/7/2022).

Pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Andi Warsandi, SE tersebut pihak Pertamina Ritel VI Bandung yang dalam hal ini diwakili oleh Sales Branch Manager (SBM) Imam Bukhari tersebut yang menjelaskan mekanisme dan kebijakan terkait pembatasan konsumsi BBM bersubsidi melalui penggunaan applikasi, berdasarkan informasi yang disampaikan olehnya, bahwa saat ini baru memasuki tahap sosialisasi dan pendataan. Sementara layanan di SPBU masih berjalan seperti biasa, belum ada pemilahan dan belum ada pembatasan konsumsi BBM.

Selain itu, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya juga turut menghadirkan Asda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Tedi Setiadi, M.Pd beserta jajarannya, Diskoperindag dan DKP3 Kota Tasikmalaya yang kerap menerima keluhan dari para petani, berkenaan dengan sulitnya mengakses atau mendapatkan BBM untuk kepentingan traktor, mesin penggilingan padi, termasuk pompa air dan sebagainya.

Pada akhir rapat kerja tersebut, Pimpinan dan Anggota Komisi II membangun sebuah agreement atau kesepakatan antara Pertamina dengan pemerintah, dalam hal ini DKP3, untuk memastikan bahwa para petani bisa mengakses BBM bersubsidi yang ditunjukan dengan rekomendasi dari DKP3.

 

Foto Kegiatan :